+6287704551258
halo@bilikcerdas.com

Tips Parenting di Golden Age

Created by Bilik Cerdas Indonesia In Articles 12 Aug 2022

Anak merupakan hadiah terindah yang diberikan Tuhan kepada pasangan suami istri. Sedangkan pasangan suami istri yang sudah dikaruniai anak sudah bisa disebut sebagai orang tua loh. Sebagai orang tua tentunya juga pasti tidak ingin melewatkan waktu sedikitpun untuk melihat tumbuh kembang dari si anak. Ketika buah hati hadir ditengah-tengah keluarga, anda sebagai orang tua tidak hanya diharuskan untuk merawat dan membesarkan anak, tetapi juga wajib untuk mendidik anak.


Kenapa mendidik anak itu sangat penting? Tentunya hal ini bertujuan agar anak menjadi pintar, cerdas, berakhlak baik, berbudi pekerti luhur, dan bermanfaat bagi semua orang pastinya. Ternyata mendidik anak itu tidak boleh sembarangan. Orang tua bisa mendidik anak berdasarkan usia dari si anak. Sejak anak dilahirkan hingga berumur 5 tahun merupakan usia emas atau golden age. Nah, sekarang sudah tau bukan pengertian dari golden age. Golden age bisa dikatakan masa dimana pada umur tersebut otak anak dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat. Sehingga informasi dalam bentuk apapun akan mudah diserap tanpa melihat baik dan buruknya. Oleh karena itu tugas utama orang tua salah satunya yaitu menambah pengetahuan si anak serta mengajarkannya berperilaku yang baik. Sebagai orang tua, tentunya anda tidak cuma mengajar atau mengarahkannya saja tapi bisa memberikan contoh yang baik dan benar loh. Mengapa bisa demikian? Karena pada saat golden age ini si anak akan suka meniru orang-orang terdekat. 


Nah, berikut ini beberapa tips agar anda sukses mendidik anak di usia emas dari Bilik Cerdas Les Private Jogja Terbaik:


Mengarahkan anak dengan penuh cinta dan kasih sayang

Mengarahkan anak tidak boleh menggunakan kata-kata kasar loh, melainkan harus menggunakan tutur kata yang lemah lembut, penuh cinta, dan kasih sayang. Apabila cara ini dilakukan maka si anak akan mendengarkan dan menjalankan setiap arahan dari orang tua. Sedangkan jika sampai dibentak bahkan sampai melakukan kekerasan maka anak justru akan merasa ketakutan dan bisa mengakibatkan dampak buruk bagi perkembangan otak maupun psikologisnya.


Jangan memberi contoh buruk yang dapat ditiru anak

Pada saat usia emas, si anak sering menirukan orang-orang terdekatnya. Jadi hindarilah menunjukkan sikap buruk didepan anak seperti bertengkar, berkata kasar, dan bermain tangan. Jangan dibiasakan untuk menakuti dan berbohong kepada anak, karena memory anak bisa menyimpan segala hal dan bisa terbawa sampai mereka dewasa.


Selalu dengarkan dan beri dukungan ke anak

Ketika si anak sudah mulai belajar bicara, mungkin saja si anak menceritakan apapun ke anda. Oleh karena itu jadilah orang tua yang mampu mendengarkan cerita anak. Dengan mendengarkan berarti anda memberi dukungan kepada anak sehingga dapat membentuk rasa percaya diri. Apabila anak melakukan hal yang benar maka berikan apresiasi berupa pujian atau ciuman. Namun jika anak melakukan kesalahan, berikan penjelasan secara perlahan dan jangan dimarahi bahkan dipukul.


Beri rasa nyaman ke anak

Memberikan rasa nyaman ke anak bisa dilakukan dengan menjadi teman yang baik bagi anak. Sehingga anak akan merasa nyaman dan terlindungi saat bersama anda. Selain itu keterbukaan juga sangat penting loh, anda bisa mengetahui kesehariannya dan apa yang dipikirkannya. Dengan hal ini maka anda dapat memberikan perhatian yang tepat ketika anak sedih atau senang.


Luangkan waktu bermain dengan anak

Anak pada usia emas memang suka bermain. Oleh karena itu anda harus bisa meluangkan waktu untuk bermain dengan anak, karena dengan bermain dapat membuat anak mengenal dunia luar, lingkungan sekitar, meningkatkan kecerdasan, dan bisa bersosialisasi bahkan beradaptasi.


Ajari sikap menghormati, menghargai, dan berbagi

Jadilah orangtua yang mampu memberikan teladan dan panutan bagi si anak. Salah satunya dengan mengajarkan sikap saling menghormati dan menghargai terhadap sesama. Misalnya saat ada anak lain membutuhkan bantuan, seperti baju atau sepatu, ajarkan anak untuk menyumbangkan baju layak pakainya. Biarkan si anak yang menyerahkan sendiri baju tersebut agar dia senang dan punya pengalaman berkesan. Bisa juga mengajarkan anak untuk menghargai uang, menabung sedari kecil. Sikap saling menghormati, menghargai, dan berbagi ini akan berguna saat nanti si anak dewasa.  

Comments (0)